menikah bukan akhir dari sebuah penantian, namun menikah adalah awal untuk menikmati hidup yang baru dimulai. Siapa bilang bahwa dengan menikah semuanya akan BERES. Belum beres malahan baru permulaan. Siapa bilang juga kalau sudah menikah tidak akan ada lagi yang putus komunikasi, tak ada lagi kecemburuan, tak ada lagi pertengkaran. kalau sudah berfikir seperti itu maka bersiap-siaplah untuk bertarung dengan hati juga logika mu.
MENGAPA? yang namanya hidup tidak ada yang lancar jalannya, apalagi ini dijalani oleh sepasang suami istri yang artinya harus menyatukan tujuan yang sama, saling mentoleransi perbedaan dan pastinya saling menyayangi.
jadilah pasangan yang tahu diri. tahu seperti apa kewajibanmu jangan selalu menuntut hakmu sendiri tanpa memikirkan apa yang sudah kau lakukan untuk hari ini. jadilah pasangan yang tahu diri, tahu dimana kekurangan diri sendiri dan kekurangan psangan kita. jangan terlalu mengumbar kelebihan diri dan pasangan kita, jika kita kecewa kemungkinan akan menyeret yang namanya kekurangan. sekali lagi jadilah pasangan yang tahu diri, tahu bahwa sebelum menikah dengan pasanganmu kau harus meminta restu kepada orang tua jadi jalinlah silaturahmi dengan baik antara keduannya baik orangtua sendiri maupun mertua.
Dialog Hatiku
Sabtu, 22 Agustus 2015
Rabu, 22 Januari 2014
Prasangka
malam ini sunyi berbalutkan kabut dan semilir angin menyapa rindu..
meneteskan embun pada rerumput yang mulai kedinginan..
atap yang teduh dengan kemelut mendung disisi bulan..
dan mulai bersiul siul memanggil dewi malam...***
seharusnya aku mengerti, setiap apa yang kukerjakan tak semstinya orang menyukainya.
apalagi selalu aku taburkan benih kebaikan, walaupun itu tak sesuai yang kuharapkan.. semestinya akupun mengenali tentang siapa aku terlebih dulu..manakala kecewa menyapa dan aku tak segetir ini merasakannya.
Aku masih bertanya jawab dengan hatiku, aku jejali hatiku dengan prasangka prasangka dan fikirku pun masih berdiri kokoh belum mengajakku berbicara.
"aikh rasanya ini konyol dan sangat konyol. bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal yang belum pernah aku lakukan. kenapa harus aku?
seperti itulah aku, selalu berbicara dengan seorang diri melawan hati yang berkecambuk dengan derasnya prasangka prasangka. sejenak aku melihat diriku yang semakin hari semakin terlihat letih,tepatnya disudut mata yang mulai mencekung, "ada apa dengan aku ,segitunyakah aku menelantarkan diriku?
bagaimana dengan keadaan jiwaku disana,pastinya ia mulai nelangsa karena aku sibuk mengurusi prasangka konyol dan keinginan orang orang disekitarku. pastinya ia mulai merasakan haus spiritual yang biasanya meneduhkannya. sungguh cerobohnya aku ini? dan bagaimana kabar airmata disudut sana? masihkah ia setegar biasanya yang rela menemaniku mencurahkan hujan ditanah hatiku?
hanyut dalam prasangka yang membuatku tenggelam semakin dalam menelantarkan jiwaku,airmataku dan juga hatiku. bagaimana aku akan sampai pada kemuliaan hidup..
"sumpah aku sudah tidak tahu mau ditaruh dimana lagi prasangka dan tekanan ini,kotak kotak persediaan untung menampung semua itu telah habis. bagaimana kalau ia semakin kuat dan meledak ledak tepat pada otak dan mataku. sumpah aku sudah tidak ingin berteman dengan prasangka ini..
Kamis, 09 Januari 2014
permainan yang menggiurkan bagimu
hari ini untuk yang sekian kalinya ,ketahuan. iya,ketahuan ..
tentang permaianmu yang selalu menggiurkan. iya aku masih tetap menjadi wanita bodoh,bahkan masih bodoh hingga detik ini. miris ya..
setiap kali aku singgung ,berhentilah sejenak bermain game dilaptopmu. mandilah sebentar. atau teguran lainnya yang selalu aku lontarkan. selalu saja marah dan dengan nada yang tinggi. tidak suka kah melihat aku tenang sebentar dirumah? tidak sukakah kau melihat aku menikmati sebentar? . lagi lagi salah aku menegur sebagaimana mestinya aku menjadi seorang istri
tentang permaianmu yang selalu menggiurkan. iya aku masih tetap menjadi wanita bodoh,bahkan masih bodoh hingga detik ini. miris ya..
setiap kali aku singgung ,berhentilah sejenak bermain game dilaptopmu. mandilah sebentar. atau teguran lainnya yang selalu aku lontarkan. selalu saja marah dan dengan nada yang tinggi. tidak suka kah melihat aku tenang sebentar dirumah? tidak sukakah kau melihat aku menikmati sebentar? . lagi lagi salah aku menegur sebagaimana mestinya aku menjadi seorang istri
Sebait Rindu
kala musim panas telah berlalu,ia menyisakan guratan guratan yang menghias dinding hati. selama aku menjaga hati ini,ia tergeletak tanpa tahu sebab yang pasti, terluka kah? cemburukah? rindukah? entah kepada siapa aku berprasangka tanpa celah untuk menjawab.
hari ini cuaca menyengat sebagian hati yang tengah berteduh ditepian asa bergelora kerinduan.
menenggelamkan sesobek duka lara hanya ingin melihat rindu diujung penantian. aromanya masih menyengat untuk menhapus luka lama. sayang sekali ia pun pergi entak jejak jejak mana yang menyerupai kepergiannya.
sebait rindu, tertanam ditanahku yang tandus.. sedikit menguncup karena embun memberi kabar tentang cinta yang pernah ia genggam. selaksa menjadi obat sebagai penawar kerinduan yang menjamur tanpa melekat tapi perih hingga menyesakkan ruang hampa namun penuh dengan harapan..
sebait rindu, kekosongan yang kerap berwajah riang serta kesunyian yang kerap memeluk kepingan kepingan cinta yang hancur menjadi buih pada gelombang lautan.
bagaimana tentang rind sekarang?
apakah akan tetap menyiksa batinya?
ataukah mencoba memerdekakan jiwanya ?
entahlah..
sebait rindu masih mengenggam mimpi bersam cinta diujung senja.
Jember,08Januari2014
hari ini cuaca menyengat sebagian hati yang tengah berteduh ditepian asa bergelora kerinduan.
menenggelamkan sesobek duka lara hanya ingin melihat rindu diujung penantian. aromanya masih menyengat untuk menhapus luka lama. sayang sekali ia pun pergi entak jejak jejak mana yang menyerupai kepergiannya.
sebait rindu, tertanam ditanahku yang tandus.. sedikit menguncup karena embun memberi kabar tentang cinta yang pernah ia genggam. selaksa menjadi obat sebagai penawar kerinduan yang menjamur tanpa melekat tapi perih hingga menyesakkan ruang hampa namun penuh dengan harapan..
sebait rindu, kekosongan yang kerap berwajah riang serta kesunyian yang kerap memeluk kepingan kepingan cinta yang hancur menjadi buih pada gelombang lautan.
bagaimana tentang rind sekarang?
apakah akan tetap menyiksa batinya?
ataukah mencoba memerdekakan jiwanya ?
entahlah..
sebait rindu masih mengenggam mimpi bersam cinta diujung senja.
Jember,08Januari2014
Langganan:
Postingan (Atom)