malam ini sunyi berbalutkan kabut dan semilir angin menyapa rindu..
meneteskan embun pada rerumput yang mulai kedinginan..
atap yang teduh dengan kemelut mendung disisi bulan..
dan mulai bersiul siul memanggil dewi malam...***
seharusnya aku mengerti, setiap apa yang kukerjakan tak semstinya orang menyukainya.
apalagi selalu aku taburkan benih kebaikan, walaupun itu tak sesuai yang kuharapkan.. semestinya akupun mengenali tentang siapa aku terlebih dulu..manakala kecewa menyapa dan aku tak segetir ini merasakannya.
Aku masih bertanya jawab dengan hatiku, aku jejali hatiku dengan prasangka prasangka dan fikirku pun masih berdiri kokoh belum mengajakku berbicara.
"aikh rasanya ini konyol dan sangat konyol. bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal yang belum pernah aku lakukan. kenapa harus aku?
seperti itulah aku, selalu berbicara dengan seorang diri melawan hati yang berkecambuk dengan derasnya prasangka prasangka. sejenak aku melihat diriku yang semakin hari semakin terlihat letih,tepatnya disudut mata yang mulai mencekung, "ada apa dengan aku ,segitunyakah aku menelantarkan diriku?
bagaimana dengan keadaan jiwaku disana,pastinya ia mulai nelangsa karena aku sibuk mengurusi prasangka konyol dan keinginan orang orang disekitarku. pastinya ia mulai merasakan haus spiritual yang biasanya meneduhkannya. sungguh cerobohnya aku ini? dan bagaimana kabar airmata disudut sana? masihkah ia setegar biasanya yang rela menemaniku mencurahkan hujan ditanah hatiku?
hanyut dalam prasangka yang membuatku tenggelam semakin dalam menelantarkan jiwaku,airmataku dan juga hatiku. bagaimana aku akan sampai pada kemuliaan hidup..
"sumpah aku sudah tidak tahu mau ditaruh dimana lagi prasangka dan tekanan ini,kotak kotak persediaan untung menampung semua itu telah habis. bagaimana kalau ia semakin kuat dan meledak ledak tepat pada otak dan mataku. sumpah aku sudah tidak ingin berteman dengan prasangka ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar