Kamis, 09 Januari 2014

Sebait Rindu

kala musim panas telah berlalu,ia menyisakan guratan guratan yang menghias dinding hati. selama aku menjaga hati ini,ia tergeletak tanpa tahu sebab yang pasti, terluka kah? cemburukah? rindukah? entah kepada siapa aku berprasangka tanpa celah untuk menjawab.

hari ini cuaca menyengat sebagian hati yang tengah berteduh ditepian asa bergelora kerinduan.
menenggelamkan sesobek duka lara hanya ingin melihat rindu diujung penantian. aromanya masih menyengat untuk menhapus luka lama. sayang sekali ia pun pergi entak jejak jejak mana yang menyerupai kepergiannya.

sebait rindu, tertanam ditanahku yang tandus.. sedikit menguncup karena embun memberi kabar tentang cinta yang pernah ia genggam. selaksa menjadi obat sebagai penawar kerinduan yang menjamur tanpa melekat tapi perih hingga menyesakkan ruang hampa namun penuh dengan harapan..

sebait rindu, kekosongan yang kerap berwajah riang serta kesunyian yang kerap memeluk kepingan kepingan cinta yang hancur menjadi buih pada gelombang lautan.
bagaimana tentang rind sekarang?
apakah akan tetap menyiksa batinya?
ataukah mencoba memerdekakan jiwanya ?
entahlah..
sebait rindu masih mengenggam mimpi bersam cinta diujung senja.

Jember,08Januari2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar